Langsung ke konten utama

Rukun Puasa


Ada dua rukun puasa yang masing-masingnya merupakan unsur terpenting yang hakikatnya yaitu;

1. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Hal ini berdasarkan firman Allah Taala,

“...Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu, makan dan minumlah yang jelas bagimu (pebedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai datang malam....” (QS. al-Baqarah [2} : 187)

Maksud benang putih dan benang hitam adalah terangnya siang dan gelapnya malam. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Adi bin Hatim bercerita,

“Ketika turun ayat “Hingga jelasa bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaiut fajar,’ akan ambil seutas benang hitam dan seutas benang putih, lalu aku taruh dibawah bantal dan aku amati di waktu malam. Maka pagi-pagi aku datang menemui Rasulullah Saw. Dan aku cerita kepada beliau tentang hal itu. Nabi Saw bersabda, "maksudnya adalah gelapnya malam dan terangnya siang.”

2. Berniat. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,

“Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah, dengan ikhlas meniatinya semata-mata...” (Al-Bayyinah {98}: 5)

Juga sabda Rasulullah Saw,

“Setiap perbuatan itu hanyalah dengan niat, dan setiap manusia akan memeperoleh apa yang dinikmatinya.”
Berniat puasa hendaknya sebelum fajar, pada tiap malam bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan hadis Hafsah, ‘Telah bersabda Rasulullah Saw:

“Barang siapa yangbtidak membulatkan niatnya untuk berpuasa  seblum fajar, maka tidak sah puasanya.” (HR Ahmad dan Ash-Habus Sunan, dan dinyatakan sah oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

Niat berpuasa menjadi sah pada suatu salah satu saat di malam hari. Tidak disyaratkan untuk mengucapkanya karena hal itu adalah pekerjaan hati, tidak ada sangkut pautnya dengn lisan. Hakikat niat adalah menyengaja suatau perbuatan untuk menaati perintah Allah Ta’ala dalam mengharapkan keridhoan-Nya. Oleh karena itu, barang siapa yang makan pada waktu sahur dengan maksud akan berpuasa dan dengan menahan diri ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, berarti ia telah berniat. Begitu pula orang  yang telah bertekad menghadiri segala hal yang membatalkan puasa di siang hari dengan ikhlas karena Allah, juga berarti telah berniat. Walaupun ia tidak makan sahur.

Kemudian menurut kebayakan fuqaha, niat puasa sunnah cukup apabila waktu siang, yaitu jika seseorang belum makan dan minum. Aisyah berkata, “Pada suatu hari, Rasulullah Saw. Datang ke rumah, maka tanyanya"

"Adakah padamu makan?’ jawab kami, ‘tidak.’ Nabi Saw bersabda, ‘kalau begitu, aku kan berpuasa.’”(HR Muslim dan Abu Dawud)

Golongan Hanafi mensyaratkan bahwa niat itu hendaknya terjadi sebelum zawal atau tergelincirnya matahari. Pendapat ini juga adalah yang terkenal di antara kedua pendapat Syafi’i tetapi Ibnu Mas’ud dan Ahmad menurut lahir ucapan mereka, niat itu memadai, baik sebelum maupun sesudah zawal tak ada bedanya.

red: abu faza
sumber: Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rukun Puasa

   Rukun Puasa Bagikan : Rukun puasa , baik puasa wajib ataupun sunat adalah : Niat di waktu malam antara maghrib sampai sebelum subuh setiap hari dalam puasa wajib (puasa Ramadlan/puasa qodo/puasa nadzar/puasa kifarat). Tempatnya niat adalah di dalam hati yakni menghadirkan hakikat puasa yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa di siang hari. Tidaklah cukup berniat hanya dengan ucapan saja tanpa dengan hati, karena niat dengan ucapan hanyalah sunat. Niat yang diucapkan dimaksudkan agar ucapan niat tersebut membantu fokusnya kita dalam menghadirkan niat yang sesungguhnya di dalam hati. Jika ada kasus, seseorang niat puasa pada malam pertama bulan Ramadlan dengan niat ditujukan untuk keseluruhan puasa dalam 1 bulan, maka dalam mazhab Syafi'i, tidaklah sah puasanya selain puasa pada hari pertama saja, namun niat seperti itu tetap disunatkan untuk menjaga ketika lupa tidak niat pada malam tertentu. Sehingga jika mengalami ...

MONITORING PPL

Hari  : Senin Tanggal : 28 Bulan : April Tahun : 2014 Pada waktu yang di sebutkan terjadi pengujian untuk peserta PPL, pemotoan ini di laksanakan setelah pengujian selesai sekitar jam 10. Bertempat di MTs Darul Hikam Binong. adapun identitas pelaksana dalam foto ini adalah : Tim Monitoring Kepala Sekolah Guru Pembimbing Guru Pamong dan Peserta PPL

Rukun Shalat

Rukun Shalat Rukun Shalat ada 13 , yaitu : 1. Niat yang berbarengan dengan Takbiratul Ihram 2. Berdiri bagi yang mampu untuk shalat fardlu 3. Takbiratul Ihram 4.Membaca Alfatihah 5. Ruku dengan thumaninah 6.I’tidal dengan thumaninah 7. Sujud dua kali dengan thumaninah 8. Duduk diantara dua sujud dengan Thumaninah 9. Duduk akhir 10 Membaca Tasyahud atau Tahiyyaat akhir pada duduk akhir 11. Shalawat atas Nabi saw pada duduk akhir 12. Salam yang pertama 13. Tertib